Minggu, 17 November 2013
Selasa, 05 November 2013
cara berbusana yang sesuai syar'i
WANITA
memang sangat sulit jauh dari mode/tren busana. Namun, itu bukan berarti
seorang Muslimah harus menanggalkan busana syar'i-nya demi tampil modis.
Rasululloh
Muhammad bin Abdillah SAW bersabda: “Ada dua Penduduk neraka yang belum pernah
aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuk
manusia dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, mereka miring dan
tidak akan mencium baunya padahal sesungguhnya bau surga itu tercium perjalanan
sekian dan sekian “. (Al-Hadist Riwayat Muslim No. 2128).
Tapi,
nyatanya hingga saat ini banyak Muslimah yang melakukan berbagai kesalahan hal
berbusana, seperti yang kami kutip dari islampos (21/10/2013) :
Jilbab tidak menutupi dada
Hal tersebut bertentangan dengan firman Alloh SWT dalam Al-qur’an “.. dan hendaklah mereka menutup kain jilbab ke dadanya ” (QS. An Nur : 31)
kebanyakan Muslimah lebih mengikuti mode hijab yang dinilai lebih modis, sehingga lupa kain kerudungnya sedikit demi sedikit terangkat karena dililit ke kanan, ke kiri, dan ke atas.
Rok kurang panjang (menggantung).
Banyak anak sekolah zaman sekarang yang sengaja memendekkan roknya agar dinilai lebih keren dan modis. Padahal, memendekkan rok atau mengenakan rok yang menggantung akan memperlihatkan aurat wanita.
Dalam sabda Rasululloh S.A.W : “hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi ke atasnya.”
Pakaian dan celana ketat
Selain mengundang dosa, pakaian ketat juga menimbulkan banyak penyakit. Sebuah penelitian mengatakan bahwa pakaian ketat akan meningkatkan resiko kanker, alergi kulit (biang keringat), bahkan kemandulan.
Memakai make up tebal
Menggunakan riasan (make up) bagi wanita memang tidak dilarang, asalkan jangan berlebihan. Riasan dengan warna mencolok akan mengesankan wanita genit yang ingin dilirik kaum adam. Wanita yang menggunakan make up tebal juga cenderung malas sholat, karena takut riasannya luntur terkena air wudhu.
Tidak menggunakan kaos kaki dan menggunakan baju/kerudung transparan.
Kerudung transparan nampaknya kini menjadi sebuah tren. Padahal kerudung tipis tidak bisa menutupi aurat kepala wanita. Jika Anda kesulitan mencari kerudung/hijab yang agak tebal (tidak transparan), gunakan dalaman hijab/inner yang menutupi kepala dan leher.
Jilbab tidak menutupi dada
Hal tersebut bertentangan dengan firman Alloh SWT dalam Al-qur’an “.. dan hendaklah mereka menutup kain jilbab ke dadanya ” (QS. An Nur : 31)
kebanyakan Muslimah lebih mengikuti mode hijab yang dinilai lebih modis, sehingga lupa kain kerudungnya sedikit demi sedikit terangkat karena dililit ke kanan, ke kiri, dan ke atas.
Rok kurang panjang (menggantung).
Banyak anak sekolah zaman sekarang yang sengaja memendekkan roknya agar dinilai lebih keren dan modis. Padahal, memendekkan rok atau mengenakan rok yang menggantung akan memperlihatkan aurat wanita.
Dalam sabda Rasululloh S.A.W : “hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi ke atasnya.”
Pakaian dan celana ketat
Selain mengundang dosa, pakaian ketat juga menimbulkan banyak penyakit. Sebuah penelitian mengatakan bahwa pakaian ketat akan meningkatkan resiko kanker, alergi kulit (biang keringat), bahkan kemandulan.
Memakai make up tebal
Menggunakan riasan (make up) bagi wanita memang tidak dilarang, asalkan jangan berlebihan. Riasan dengan warna mencolok akan mengesankan wanita genit yang ingin dilirik kaum adam. Wanita yang menggunakan make up tebal juga cenderung malas sholat, karena takut riasannya luntur terkena air wudhu.
Tidak menggunakan kaos kaki dan menggunakan baju/kerudung transparan.
Kerudung transparan nampaknya kini menjadi sebuah tren. Padahal kerudung tipis tidak bisa menutupi aurat kepala wanita. Jika Anda kesulitan mencari kerudung/hijab yang agak tebal (tidak transparan), gunakan dalaman hijab/inner yang menutupi kepala dan leher.
Langganan:
Komentar (Atom)




